Fish

Be Your Smile everyday!!!

Be Your Smile everyday!!!

Rabu, 14 Maret 2012

ASUHAN KEBIDANAN PADA MIOMA UTERI


LANDASAN TEORI
MIOMA UTERI

I.    PENGERTIAN
Mioma Uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpanginya, oleh karena itu dalam kepustakaan dikenal juga istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid.( Sarwono, 2008 : 891 )
Mioma Uteri adalah tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya sehingga dapat dalam bentuk padat karena jaringan ikatnya dominan dan lunak karena otot rahimnya dominan.(Manuaba, 1998 : 409 )
II.    ETIOLOGI
Para ilmuwan menyatakan bahwa reseptor estrogen pada mioma lebih banyak di dapati dari pada miometrium. Mioma uteri lebih sering di dapati pada wanita nulipara. Faktor keturunan juga memegang peranan penting.( Kapita Selekta Kedokteran, 2001 :387)
III.    PATOLOGI
Berdasarkan teori genitoblast ( sel nesit) Meyer dan De snoo, dan rangsangan terus menerus setiap bulan dari estrogen, maka pertumbuhan mioma uteri terjadi:
1.    Berlapis seperti berambang
2.    Lokalisasi bervariasi
a.    Sub serosa
-    Di bawah lapisan peritoneum
-    Dapat bertangkai dan melayang dalam kavum (ruangan) abdomen
b.    Intramural
Di dalam otot rahim dapat besar, padat dan lunak
c.    Submukosa
-    Di bawah lapisan dalam rahim
-    Memperluas permukaan ruangan rahim
-    Bertangkai dan dapat di keluarkan melalui kanalis servikalis
d.    Servikal mioma
Tumbuh di daerah serviks uteri.( Manuaba, 1998 : 410 )


IV.    TANDA DAN GEJALA
1.    Tumor massa di perut bawah
2.    Perdarahan (biasanya dalam bentuk menorrhagi)
3.    Nyeri
Gejala ini tidak khas untuk mioma, walaupun sering terjadi keluhan, yang sering di utarakan adalah rasa berat dan disminorrhea
Pada mioma yang sangat besar, rasa nyeri dapat disebabkan karena tekanan terhadap urat syaraf dan menjalar ke pinggang dan tungkai bawah
4.    Akibat tekanan
Bila menekan kandung kencing, akan menimbulkan kerentanan kandung kencing (bladder irritability), polikasuria dan disuria
Gejala sekunder :
-    Anemia
-    Lemah
-    Pusing
-    Sesak nafas
-    Erythrocytosis pada mioma besar.( Obsgyn,1998 :158 )
-   
V.    DIAGNOSIS
1.    Memperkirakan kemungkinan mioma uteri dengan memperhatikan gejala klinik yaitu terdapat perdarahan menstruasi yang tidak normal, terdapat gangguan miksi atau BAB dan terasa nyeri saat menstruasi
2.    Palpasi abdomen
Kadang-kadang adanya mioma dapat juga dengan pemeriksaan palpasi sebagai tumor yang keras, bentuk tidak teratur, gerakan bebas tak sakit
3.    Pemeriksaan bimanual
Tumor pada uterus yang umumnya terletak di garis tengah ataupun agak ke samping, seringkali teraba berbenjol-benjol
4.    Pemeriksaan dengan uterus sonde
Kavum Uteri menjadi luas
5.    Pemeriksaan USG
    ( Manuaba, 1998 : 411 )

VI.    DIAGNOSIS BANDING
1.    Kehamilan
2.    Inversio Uteri
3.    Adenomiosis
4.    Koriokarsinoma
5.    Karsino korpus uteri
6.    Kista ovarium
7.    Sarkoma uteri.( Kapita Selekta Kedokteran, 2001 : 387)

VII.     KOMPLIKASI
1.    Degenerasi ganas
Mioma uteri  yang menjadi leiomiosarkoma ditemukan hanya 0,32-0,6% dari seluruh mioma, serta merupakan 50-75% dari semua sarkoma uterus. Keganasan umumnya baru di temukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat.
Kecurigaan akan keganasan uterus apabila mioma uteri cepat membesar dan apabila terjadi pembesaran sarang mioma dalam menopause
2.    Torsi ( putaran tangkai )
Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi, timbil gangguan sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis
Dengan demikian terjadilah sindrom abdomen akut. Jika torsi terjadi perlahan-lahan, gangguan akut tidak terjadi.
Hal ini hendaknya di bedakan dengan suatu keadaan dimana terdapat banyak sarang mioma dalam rongga peritoneum. Sarang mioma dapat mengalami nekrosis dan infeksi yang diperkirakan karena gangguan sirkulasi darah padanya, misalnya terjadi pada mioma yang di lahirkan hingga perdarahan berupa metrorraghia atau menorraghia di sertai leukorea dan gangguan-gangguan yang di sebabkan oleh infeksi dari uterus sendiri.( Sarwono, 2005 : 340-341)

VIII.    PENATALAKSANAAN
1.    Konservatif dengan pemeriksaan periodik
Tidak semua mioma uteri memerlukan tindakan bedah, 55% dari semua mioma uteri tidak memerlukan suatu pengobatan dalam bentuk apapun, terutama apabila mioma itu masih kecil dan tidak menimbulkan gangguan atau keluhan. Walaupun demikian mioma uteri memerlukan pengamatan 3-6 bulan. Dalam menopause dapat berhenti pertumbuhannya atau lisut.( Sarwono, 2005 : 344 )


2.    Pengobatan Operatif
-    Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uterus, miomektomi dilakukan bila masih di inginkan keturunan
-    Hysterektomi
Dilakukan pada mioma yang besar dan multiple
Pada wanita sebaiknya di tinggalkan satu atau kedua ovarium maksutnya untuk menjaga agar jangan terjadi menopause sebelum waktunya.
-    Hysterektomi perabdominal
Akhir ini jarang di lakukan karena uterus harus lebih kecil dari telur angsa dan tidak ada perlekatan dengan sekitarnya
-    Hysterektomi subvaginal
Hanya di lakukan bila terdapat kesukaran teknis dalam mengangkat uterus keseluruhan
3.    Radioterapi
    Tindakan ini bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita mengalami menopause
    Ini hanya dikerjakan kalau terdapat kontraindikasi untuk tindakan operatif
    Hanya dikerjakan bila tidak ada keganasan pada uterus
    Uterus harus lebih kecil dari kehamilan 3 bulan
    Bukan jenis submukosa
    Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum
             Jenis radioterapi :
    Radium dalam cavum uteri
    X-ray pada ovarium (castrasi). ( Sarwono, 2005 : 345 )










 DAFTAR PUSTAKA

-    Fakultas Kedokteran. 1998. “Obstetri dan Gynekologi”. Bandung : Elstar Offset

-    Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. “Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pedidikan Bidan”. Jakarta : EGC.

-    Masjoer, A. 2001. ”Kapita Selekta Kedokteran” . Jakarta : Media Aesculapius

-    Sarwono, P. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : YBP
-    Sarwono, P. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP


ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “P”
P3003 DENGAN MIOMA UTERI PRO LAPAROTOMI


PENGKAJIAN
Tanggal : 27 November 2010                 Jam: 07.30 WIB
I.    PENGUMPULAN DATA
A.    Data Subyektif
1.    Biodata    
Nama Istri 
Umur    
Agama    
Suku/Bangsa
Pendidikan    
Pekerjaan    
Penghasilan         : Ny. P
: 55 tahun
: Islam
: Jawa/Indonesia
: SD
: -
: -    Nama Suami
Umur    
Agama    
Suku/Bangsa
Pendidikan    
Pekerjaan    
Penghasilan         : Tn. R
: 60 tahun
: Islam
: Jawa/Indonesia
: SD
: Tani
: Rp. 2.000.000,-/3 bln
Alamat    : Desa Dangilo RT. 13 RW. 3 Kedewan
2.    Keluhan Utama
Ibu mengatakan perutnya terasa ada benjolan dan keluar darah sejak 6 bulan yang lalu
3.    Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan pernah menderita penyakit darah tinggi, tidak pernah menderita penyakit kencing manis, paru-paru, serta tidak pernah menjalani operasi.
4.    Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan mempunyai 3 anak, anak terkecil usia 33 tahun, merasakan ada benjolan pada perutnya  dan mengeluarkan darah dengan konsitensi cair, warna kuning kecoklatan jumlah + 20 cc / hari, bau + sejak 6 bulan yang lalu perut terasa kemeng sejak + 1 tahun yang lalu, bulan Januari periksa ke Dr. Faisal SpOG ( Cepu ) dengan dx mioma uteri + anemi gravis ( Hb : 3,2 gr %). Tanggal 20-24 April 2010 MRS di RSUD Bojonegoro di lakukan transfusi PRC V kolf, tanggal 26 April di suruh kembali untuk MRS, Tanggal 27 April pro laparotomi
5.    Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya ada yang pernah menderita penyakit darah tinggi, tidak pernah menderita penyakit kencing manis, paru-paru, serta tidak pernah menjalani operasi.
6.    Riwayat Haid
Menarche     :     12 tahun
Siklus haid    :    teratur, 26-30 hari
Lama     :     5-7 hari
Karakteristik    :    cair, warna merah kehitaman, ganti pembalut 2 x/hari
Dismenorhea     :     ya,hari pertama haid
Disfungsi blooding    :    tidak ada
Flour albus     :     cair agak bergumpal, warna kuning kecoklatan, bau +, jumlah 1 softek per hari
HPHT     :     + 3 tahun yang lalu
7.    Riwayat Perkawinan
Menikah     : 1 kali
Lama menikah     : 13 tahun  
Usia menikah     : 42 tahun
8.    Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu
No    Usia hamil    Cara partus     Penolong     Tempat persalinan     Keadaan bayi     Jenis kelamin     BB    Usia Sekarang     Uri     Nifas
1.    9 bulan    Spt    dukun    rumah    hidup    Lk    -    41    L    taa
2    9 bulan    Spt    dukun    rumah    hidup    Lk    -    36    L    taa
3    9 bulan    Spt    dukun    rumah    hidup    Lk    -    33    L    taa
                                       
9.    Riwayat KB 
Ibu mengatakan pernah mengikuti KB aidi selama 5 tahun.
10.    Pola Kebiasaan Sehari-hari
Pola     Sebelum di RS     Selama di RS
Nutrisi




Eliminasi



Istirahat

Kebersihan


Aktivitas

Kebiasaan



Seksual
Rekreasi     Makan 3 x/hr, porsi 1 piring  terdiri dari 2 entong nasi, 2 potong tahu tempe, 1 mangkok sayur, minum air putih 6-7 gls/hr
BAB : 1 x/hari ( lembek, warna kecoklatan, bau khas )
BAK : 3-4 x/hari ( warna kuning jernih, bau khas )
Tidur siang : + 3 jam/hari
Tidur malam : + 8 jam/hari
Mandi, gosok gigi 2x/hari, ganti pakaian 1x/hari, keramas 3 x/minggu
Menyapu, mencuci baju, memasak
Tidak merokok, tidak minum-minuman yang mengandung alkohol dan tidak ketergantungan obat
1 x/bulan
Nonton TV     Ibu masih puasa




BAB : selama di RS ibu sudah BAB 1 kali
BAK : terpasang dowerkateter ( 100 cc )
Tidur siang : + 1 jam
Tidur malam : + 8 jam
Mandi, ganti baju 1 kali


Berbaring di tempat tidur

Tidak merokok, tidak minum-minuman yang mengandung alkohol dan tidak ketergantungan obat
-
Dukungan dari keluarga

11.    Riwayat Psikososial
Ibu mengatakan hubungan ibu dengan suami, keluarga pasien serta perawat baik
12.    Latar Belakang Sosial Budaya
Ibu mengatakan minum air putih yang telah di bacakan doa-doa dari dukun
13.    Data Spiritual
Ibu mengatakan hanya berdo’a agar sakitnya segera sembuh
14.    Pengetahuan
Ibu mengatakan baru mengetahui tentang penyakitnya ini dari dokter kandungan


B.    DATA OBYEKTIF
1.    Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum  :    Baik
Kesadaran     :    Composmentis
TB     :    153 cm
BB     :    50 kg
Lila     :    25 cm
Tanda-tanda vital
Tekanan darah     :    160/100 mmHg
Nadi     :    86 x/menit
Suhu    :    365 oC
Pernafasan     : 20 x/menit
2.    Pemeriksaan Khusus
a.    Inspeksi
Rambut    :    hitam, bersih, tidak mudah rontok
Kepala     :    bersih, tidak berketombe
Muka     :    tidak odem, tidak ada chloasma gravidarum
Mata     :    simetris, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis
Telinga    :    bersih, tidak ada serumen, pendengaran baik
Hidung     :     bersih, tidak ada sekret, tidak ada polip
Mulut    :    bersih, tidak ada caries dentis
Leher     :    tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis
Dada    :    payudara simetris, pernafasan teratur
Perut    :    membesar, tidak ada luka bekas operasi
Anus     :    tidak ada hemoroid
Ekstremitas     :    kedua ekstremitas tidak odem
b.    Palpasi
Leher     :    tidak ada pembesaran vena jugularis
Dada     :    tidak teraba masa
Perut     :    teraba bulat sebesar hamil 4 bulan, batas jelas
Ekstremitas    :    kedua ekstremitas tidak odem
c.    Pemeriksaan penunjang
Kadar Hb tgl 27 April 2010 : 12,4 gr%
Pemeriksaan golongan darah : O
Kesimpulan :
-    Ibu P3003 dengan mioma uteri pro laparotomi

II.    IDENTIFIKASI MASALAH
Dx    :     P3003 dengan mioma uteri pro laparotomi
Ds     :    Ibu mengatakan perutnya terasa ada benjolan dan keluar keputihan sejak 6 bulan yang lalu
Do :     Pemeriksaan umum
TB/BB    :    153 cm / 50 kg   
Lila     :    25 cm
TD     :     160 / 100 mmHg
N     :    86 x/mnt
S     : 365 oC
RR    :    20 x/mnt
Perut : membesar, tidak ada luka bekas operasi
    Teraba bulat sebesar hamil 6 bulan, batas jelas
Hb sahli : 12,4 gr %


III.    ANTIPASI MASALAH POTENSIAL
-

IV.    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Kolaborasi dengan tim medis untuk melakukan laparotomi


V.    INTERVENSI
1.    Lakukan pendekatan pada ibu dan jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
Rasional :    agar ibu kooperatif dan mengetahui keadannya
2.    Lakukan observasi TTV
Rasional :    untuk memantau kondisi ibu
3.    Anjurkan pada ibu untuk tetap berpuasa
Rasional :    untuk persiapan operasi
4.    Lakukan observasi cairan infus dan eliminasi pada DC
Rasional :    untuk memantau kondisi ibu
5.    Berikan dukungan psikologis untuk persiapan operasi
Rasional :    agar ibu siap menjalani operasi

VI.    IMPLEMENTASI
   
1.    Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa ibu mempunyai penyakit tumor kandungan sehingga memerlukan tindakan operasi untuk menanganinya, ibu tidak perlu cemas karena akan di tangani oleh ahlinya
2.    Melakukan observasi TTV, tanggal 27 april 2010 jam 08.00 WIB TD: 160/100 mmHg, N: 86 x/m, S 365 0C, RR : 20 x/m
3.    Mengingatkan pada ibu untuk tetap berpuasa untuk persiapan menjalani operasi
4.    Memantau cairan infus yaitu  terpasang NaCl 30 tpm, eliminasi urin pada DC yaitu 100 cc warna kuning jernih
5.    Memberikan dukungan psikologis pada ibu untuk persiapan menjalani operasi, hari ini jam 12.00 WIB
VII.    EVALUASI
Tanggal : 27 November 2010             Jam : 08.10 WIB
1.    Ibu mengerti tentang keadaannya
2.    Ibu mengatakan masih berpuasa
3.    Ibu sudah siap untuk di lakukan operasi